Enditop

Kamis, 10 Desember 2015

Tentang Rekrutmen Telkom Indonesia - 2015

Udah lama..lama…lamaaaa banget ya gak nulis di sini, jadi maafkan jika tulisan ini agak kaku. Setelah entah kapan terakhir menulis di blog ini, saya masih aktif menulis di kantor pertama tapi untuk keperluan kerja (bukan curhat) hehehe…

Singkat saja, dua bulan lalu saya pindah ke kantor dua, namanya Telkom Indonesia (Alhamdulillah ya..). Mulai dari bulan Nopember, kami (280 orang yang lulus di Telkom) di bina-bina mentalnya supaya lebih baik kedepannya. Tapi sebelum cerita ke sana, saya mau bagi-bagi cerita dulu soal bagaimana bisa sampai lulus di Telkom Indonesia, soalnya sebagai pencari kerja, saya sempat merasakan searching-searching artikel tips & trik cara lulus di perusahaan-perusahaan yang saya daftar, salah satunya adalah Telkom Indonesia..

Awalnya..

Berawal dari teman angkatan yang lulus di Telkom Indonesia sebelumnya, akhirnya saya juga ikut-ikutan daftar via web di rekrutmen.telkom.co.id di bulan Januari atau Februari 2015, setelah isi-isi data di web rekrut, akhirnya panggilan untuk ikut test muncul melalui email di awal bulan JUNI 2015 (lama ya…)

Lalu…

Walaupun dipanggilnya di awal bulan Juni, tapi testnya ternyata tidak secepat itu kawan-kawan, karena test Tahap Pertama nya baru dimulai di akhir bulan JULI 2015!

Nah..

Test pertama di Telkom Indonesia pada saat itu adalah Aptitude Test,  test ini isinya mulai dari deret angka, deret huruf, gambar yang diputar-balik-putar-lagi-sampai-jadi-satu-keutuhan, sama soal cerita Matematika. Untuk test ini, saya sarankan kalian untuk berlatih yang giat, Nak! Apalagi untuk yang lemah di Matematika seperti saya. Sebagai gambaran, semenjak menerima email panggilan untuk test, saya sudah berlatih psikotest dari berbagai buku dan sumber, sampai beli soal-soal yang ada di internet itu. Dan sehari sebelum test, saya sampai dipanggilkan teman kakak saya yang guru Matematika. Nah, lanjut soal Apttitude Test, selain jenis-jenis soal di atas, test ini juga menggunakan waktu tetapi tidak menggunakan sistem minus, jadi jika ada yang kamu kira-kira gak tau jawabannya, sebaiknya di jawab aja (tentu dengan diawali Bismillahhirrahmanirrahim…) karena jawaban kamu tidak mengurangi scorenya.

Dan FYI, test ini adalah test yang paling banyak memakan korban, waktu itu test dilakukan pukul 8-10 Pagi, lalu pengumuman test di jam 12 Siang di hari yang sama. Hampir setengah dari peserta test saat itu gagal di test Aptitude ini. Setelah Aptitude Test selesai, dilanjutkan dengan Psikotest!

Yup..

Psikotest dilakukan di hari yang sama dengan Aptitude Test, mulai dari pukul 1-5 Sore. Tanpa Henti. Dan Psikotest yang dilakukan adalah Psikotest lengkap mulai dari deret angka (lagi), deret huruf (lagi), gambar-gambar terbalik (lagi), soal cerita matematika (lagi), gambar pohon, Kraepelin Test, Wartegg Test dan terakhir soal pilihan ganda tentang kepribadian (lupa nama test nya apa).

Keesokan harinya…

Puyeng di hari pertama langsung dilanjutkan di hari kedua, karena di hari ke dua diadakan test FGD (Focus Group Discussion), untungnya, pada saat test psikotest hari pertama tidak ada peserta yang gugur. Kira-kira ada sekitar 30an orang yang melanjutkan ke test FGD. Pada saat test, kami dibagi menjadi kelompok dengan setiap kelompok terdiri dari 6-7 Orang. Persoalan yang dikasih pun berbeda-beda, saat itu kelompok saya mendapat persoalan tentang “Bagaimana jika terdapat teman kerja yang kecanduan media social hingga mengganggu kinerja team”. Untuk test ini, kalian harus aktif tetapi tidak menjatuhkan teman diskusi kalian, dan… nanti kalian akan dikasih kertas berisi persoalannya, sebaiknya catat pikiran kamu dan solusi dari persoalan tersebut secara rapi karena ternyata di akhir diskusi kertas nya diambil, gaes…

Sebulan kemudian…

Setelah kira-kira sebulan atau sebulan lebih (lupa..) akhirnya pengumuman siapa yang lolos Test Tahap 1 (Aptitude Test, Psikotest, dan FGD) keluar juga. Di bulan Agustus akhirnya digelar Test Tahap 2 yang terdiri dari Test Toefl, Test Interview dan Medical Check Up. Test tahap 2 kali ini juga dilangsungkan selama 2 hari berturut-turut. Pada test tahap 2 ini total ada 10 orang yang lolos (untuk wilayah Web Rekrut Makassar).
Pada hari pertama, test dibagi jadi Test Toefl dan Interview, jadi ada yang Test Toefl duluan lalu Interview belakangan dan sebaliknya. Saat itu, saya mendapat jatah untuk Interview duluan, dan sebelum test kita diberikan Test Kompetensi Bidang Studi, masing-masing sebanyak 8-10 nomor, dan untuk bidang studi saya (Ilmu Komunikasi) semuanya adalah essay. Setelah itu kita akan di-interview oleh dua orang dari Telkom Indonesia, satunya dari HR dan satunya lagi dari User. Interview seputar tentang diri kamu, kegiatan kamu selama kuliah, atau kegiatan kamu sehari-hari, tentang bidang studi kamu, dan yang kamu harapkan di Telkom Indonesia serta yang kamu bisa berikan untuk Telkom Indonesia, bahkan tanya jawab perihal skripsi. Kira-kira kita akan di-interview sekitar sejam.
Saran saya untuk test ini adalah rileks dan jadi diri kamu sendiri, dan pintar-pintar untuk menggiring ke bahasan yang kamu kuasai, jangan bohong karena nanti pasti ketahuan.

Setelah interview…

Langsung dilanjutkan Test Toefl ITP, test ini seperti test toefl pada umumnya. Kuncinya ya cuma satu, belajar hehehe… Untuk standar score test ini masih simpang siur, ada yang bilang 450, ada juga yang 500.

Besoknya…

Test Tahap 2 dan terakhir adalah Medical Check Up (secara keseluruhan), untuk test ini kalian cuma bisa pasrah dan berdoa dan minum air kelapa yang banyak sebelumnya.  Di test ini semua diperiksa, dari darah, urin, telinga, mata, sampai semua bagian tubuh sensitif atau pun tidak sensitif lainnya...

Sebulan kemudian…

Ini adalah PHP, sebab pengumuman Test Tahap 2 (test akhir) awalnya disampaikan akan diumumkan di minggu pertama bulan September 2015, setelah deg-degan sebulan lebih ternyata di pertengan bulan September kami dapat email yang mengumumkan bahwa pengumuman test tahap akhir adalah selambat-lambatnya akhir bulan September.

1 Oktober…
Ternyata pengumuman di akhir September itu baru muncul di malam hari di tanggal 1 Oktober.

2 November 2015…
Tepat di tanggal tersebut kami diterima sebagai peserta Orientasi Sarjana (OS) 2 Tahun 2015 di Corporate University Telkom Indonesia!

Jadi…
Postingan ini berakhir di sini, semoga teman-teman yang mendaftar di Telkom Indonesia bisa terbantu dengan postingan ini. Satu yang pasti, jangan lupa untuk berdoa dan meminta restu dari orang tua ya, gaes..
Selamat berjuang bagi yang ingin berjuang! J



Jumat, 22 November 2013

Indah pada waktunya?

Katamu, waktu yang akan menjawab.
Sekalipun aku tak pernah bertanya.
Jika tak pernah ada pertanyaan, maka jawaban apa yang akan waktu berikan?

Harapanku, waktu yang akan memastikan.
Sekalipun kamu tak pernah menyatakan.
Jika tak pernah ada pernyataan, maka kepastian apa yang akan waktu berikan?

Seperti inilah kisah kita, tersesat di antara gengsi yang terus melahap.
Sementara waktu terus terbahak-bahak.

Minggu, 14 April 2013

Ayo bermain!

Ayo bermain! Meluncur dan tertawa!
Ayo bermain! Bersama kita bisa meluncur dan tertawa!
Ayo bermain! Kita lupakan umur dan masalah!
Ayo bermain! Karena aku tak punya masalah, umurku juga baru berapa!
Ayo bermain! Karena sakit ketika tersungkur akan hilang ketika meluncur!
Ayo tertawa!! Ayo meluncur! Ayo kita bermain!

Selasa, 12 Maret 2013

Terima kasih dari kami


Ada yang bilang sahabat adalah keluarga yang kita pilih sendiri. Terima kasih karena memberi saya kesempatan memilih mereka, Tuhan.

Terima kasih karena menempatkan kami terpisah-pisah, sehingga kami memiliki istilah bernama pertemuan.

Terima kasih karena Engkau menyiapkan kami dengan perbedaan, sehingga tercipta pengertian.

Terima kasih atas jalan yang Engkau berikan, akhirnya kami memiliki alasan untuk bergandeng tangan sampai tujuan.

Pesan Asap

Ada pesan tersirat yang teramat jelas terlihat, sekalipun mereka menolak.
Seperti menyalakan api yang akan tersampaikan oleh asap. 
Sekalipun mati, pesan itu tetap akan dianggap.

Jumat, 31 Agustus 2012

Tiga Foto yang Dibawa Pulang


Setelah hampir dua bulan melewati masa amazingly-study-tour di ibu kota kemarin, akhirnya saya mendapatkan beberapa foto yang sempat saya ambil dengan kameranya Ame, terima kasih, Ame!
Berikut cuplikannya! (hasik..)


"I Love JKT"
Diambil dari mobilnya Acos (terima kasih, Acos!) ketika kami diajak Bang Gegen ke kota tua, dengan kecepatan mobil yang biasa saja, saya dapatlah foto ini. Mungkin nanti 2000 tahun lagi, bangunan megah ini cuma jadi kawasan kumuh, atau sebaliknya bakal dianggap sebagai tempat bersejarah, sebuah istana, atau candi di peradaban yang lalu, mungkin. 



"Sunset Light"
Diambil juga dari mobilnya Acos, dan masih pakai kameranya Ame (terima kasih, Acos dan Ame) dan masih dalam perjalanan ke kota tua. Kalau kalian tanya makna foto ini apa, sebenarnya saya juga tidak tahu, yang saya tahu saya cuma suka foto ini. Udah gitu aja.





"Cahaya Kota Tua" (Alamak.. judulnya)

Akhirnya kami sampai di kota tua, berbekal kamera nikon Ame yang hampir lowbat, saya jeprat-jepret sana-sini, tau-taunya dari belasan foto cuma ini yang fokus, karena kita sampainya agak petang, pencahayaannya jadi kurang, dan gak ada tripod dan blablabla alasan teknis lainnya, intinya cuma inilah yang menurut saya bagus. Menurut saya loh, yah!

Sayang sekali hampir satu bulan saya di sana, tapi sedikit sekali hasil foto yang saya dapat, foto narsis pun gak ada kayaknya, kamera pocket yang saya bawa juga kembali dengan memori kosong. Kebanyakan saya nikmati cuma dengan mata, mungkin terlalu terpukau makanya tangan saya malas ambil kamera. Tapi bagusnya, saya punya alasan dan gambaran untuk kembali ke kota itu untuk jeprat-jepret lagi. Di samping segala kekurangannya, Jakarta memang punya aura sendiri yang bikin kangen, apalagi setelah apa yang saya lewati bersama teman-teman :)






Kamis, 30 Agustus 2012

Saya minta mimpi, yang banyak!

Apa ada yang lebih menakutkan dari ditinggal mimpi?

Lima bulan ini saya sering takut untuk bermimpi tentang masa depan, hal yang aneh, padahal sebelum-sebelumnya saya bisa bermimpi bagaimana masa depan saya bahkan dua jam sebelum saya tidur.

Mimpi saya tentang masa depan tidak pernah terlalu tinggi (menurut saya), saya tidak bermimpi jadi Presiden, Sekjen PBB, peraih nobel perdamaian atau sebagainya. Mimpi saya cukup sederhana, sangat sederhana sampai buat saya bosan dan terlalu percaya diri untuk pergi meninggalkan mimpi, untuk bangun karena merasa kenyataan mungkin akan lebih asik, lebih gaul dari mimpi, begitulah.

Dan sekarang, ketika saya masuk di "pergaulan" kenyataan, ternyata tidak begitu mengasyikan daripada mimpi, atau mungkin saya yang tidak pandai bergaul. 

Tapi, kepada dewa-dewi mimpi, boleh saya minta mimpi saya kembali? Saya tidak suka bergaul di kenyataan.

Rabu, 04 April 2012

Review : The Ides Of March


Bukan rahasia lagi kalau dunia politik memiliki banyak intrik, saya rasa inilah yang ingin ditunjukkan dalam film The Ides of March ini. Persaingan politik dalam mengejar kekuasaan digambarkan melalui “head-to-head” antara Mike Morris (George Clooney) dan Ted Pullman (Michael Mantell) dalam menuju kursi presiden Amerika Serikat, dibantu dengan tim kampanye masing-masing, strategi kampanyepun digambarkan dengan jelas di film ini.
Menurut saya bintang dari film ini bukan lagi  George Clooney, tetapi Ryan Gosling yang berperan sebagai Stephen Mayers, orang dibalik tim kampanye Morris. Dibantu manager senior Paul Zara (Phillip Hoffman), Stephen muncul sebagai “bintang baru” sekaligus “santapan” bagi pemain-pemain lama dalam bidang ini. Bintang baru karena kejeniusannya dan santapan bagi kepolosannya. Stephen yang idealis masih berusaha menanamkan “mindset” bahwa Mike Morris adalah orang yang tepat bagi posisi ini, atau setidaknya bersih dibanding politisi lainnya. Sayang sekali, kepolosan Stephen juga dimanfaatkan dengan baik oleh  tim kampanye Pullman, yang dimanageri oleh Tom Duffy (Paul Giamatti). Bukan hanya saling-sikut antara tim kampanye, Stephen juga harus menghadapi kenyataan bahwa calonnya ternyata juga memiliki “noda”, jadi akankah Stepehen tetap bertahan pada idealismenya atau turut bermain dalam game politik ini? Itulah yang menjadi cerita dalam film ini.
Walaupun menbahas tentang dunia politik, film ini juga “menyempilkan” sedikit romansa, hanya sedikit tetapi menjadi point penting dalam cerita. Kehadiran Molly Stearns (Rachel Wood) di tengah-tengah cerita yang pertama saya tebak hanya menjadi pemanis ternyata salah, Molly pegawai magang di tim kampanye Morris ini ternyata menjadi sosok penting dalam pandangan politik Stephen bahkan dapat mengubah pergerakan kampanye politik Morris.
Keseluruhan film ini bagi saya cukup menarik, walaupun pertama kali mengetahui bahwa film ini membahas tentang dunia politik, otak saya yang dipenuhi komedi-romantis agak menolak, tetapi nyatanya film yang disutradarai oleh George Clooney ini dapat juga saya selesaikan dengan tenang. Sejujurnya saya juga tidak terlalu mengerti tentang teknis pengambilan gambar atau skenario, tetapi di film ini, entah pengambilan gambarnya atau skenarionya atau akting para pemainnya membuat film ini tidak “seberat” tema yang ingin diangkat.

Selasa, 27 Maret 2012

Pura-pura Tuli

Semua orang mungkin pernah berdiri di masa seperti ini, warna bukan cuma hitam dan putih, bahkan lebih mengerikan daripada abu-abu.


Semua orang mungkin pernah berjalan di waktu seperti ini, tidak ada yang lambat atau cepat, bahkan sudah tidak lagi terasa.

Yah, terserah sih semua orang pernah merasakan ini atau tidak, yang jelas saat ini saya berdiri di tempat tanpa warna, menunggu pelangi datang. Saya masih menunggu di persimpangan jalan, semoga nanti ada jalan yang ke-lima.

Semua orang mungkin pernah mendengar ini, kenapa hanya menunggu pelangi, kenapa hanya menunggu jalan ke-lima. Kenapa, kenapa, kenapa, kenapa lagi, lagi dan lagi. Sampai akhirnya saya bosan dan merasa lebih baik menutup telinga. Tolong jangan tanya kenapa lagi, apalagi bertanya apa maksud tulisan ini.

Halo Akhir!

Mungkin kita pernah bertemu sebelumnya. Mungkin juga kamu pernah berkunjung dengan sosok mengerikanmu. Atau mungkin kita pernah dikenalkan dengan penuh senyum.


Saya tidak terlalu ingat dengan masa itu, pura-pura lupa jika itu menyeramkan, jual mahal jika itu menyejukkan.

Entah mengapa saya hanya ingin menyapamu dengan ini, mungkin memulai pertemanan karena bagaimanapun pasti nanti kita bertemu, siapa yang tahu kalau ternyata nanti kita berteman.

Saya lagi ingin menyapamu, seperti para kapten pemain bola yang bersalaman, tukar bendera dan foto bersama dengan penuh senyum sebelum saling membunuh.

Karena saya sudah memulai perkenalan ini, bagaimana kalau sekarang giliranmu, ayo kenalkan dirimu, supaya gampang bagi saya memilih untuk menyapamu dengan senyum atau seringai.

Minggu, 26 Februari 2012

Setelah 7 Wanita Menamparku, a novel by anak S-E-N

Saat  ini saya hanya ingin bercerita tentang pertemuan tiga kali saya dengan Desta Aletea Sabarno.
Sudah tiga kali ini saya bertemu dengan Desta Aletea Sabarno, anak Pak Sabarno si tukang Pos, sulung dari sepuluh adik-adiknya, anak perempuan dari ibu yang buta huruf. Dua pertemuan saya sebelumnya di Istana Negara Selalu Menghadap ke Timur dan Genogram membuat saya jatuh terpesona sama sosok Desta ini (karena dia dan saya sama-sama perempuan, maka lebih baik jatuh terpesona daripada jatuh cinta). Di dua pertemuan saya dengan Desta sebelumnya, dia cuma mengisahkan tentang bagaimana kehidupannya ketika menjadi penasehat kepresidenan dan kehidupannya setelah menjadi mantan penasehat kepresidenan, dia belum pernah bercerita tentang bagaimana awalnya dan awalnya dan awalnya dan awalnya lagi sampai dia bisa menjadi sosok penting dalam lingkar penasehat kepresidenan.

Akhirnya, setelah dua pertemuan itu, Desta berbaik hati untuk menceritakan awal kisah perubahan hidupnya di buku “Setelah 7 Wanita Menamparku” ini.  Untuk yang belum pernah bertemu dengan Desta sebelumnya, sebaiknya memang memulai pertemuan dengan membaca buku ini, jangan langsung loncat-loncat seperti saya :p

Berbeda dengan Istana Negara Selalu Menghadap ke Timur dan Genogram yang menceritakan tentang bagaimana cara Desta menghadapi “musuh-musuhnya yang nyata”, buat saya kali ini Desta lebih banyak bercerita tentang bagaimana cara dia menghadapi perang batin di dirinya, umur yang memasuki 27 tahun, pengangguran, dengan sepuluh adik yang ajaib, membuat konfliknya hanya berada pada diri Desta, dan beberapa kisah penghibur tentang bagaimana Desta menghadapi masalah-masalahnya, mulai dari kasus sayembara sampai bunuh diri, semua dihadapi dengan cara yang “Desta” sekali. Mau tahu apa itu cara yang “Desta” sekali? Sepertinya kalian memang harus bertemu dengan Desta dulu, biar dia yang menceritakan bagaimana itu cara “Desta” sekali.

Di pertemua ketiga saya dengan Desta ini saya masih terkagum dengan bagaimana anak S-E-N membuat kegiatan baca-membaca saya terhenti-henti hanya untuk mencatat hal-hal yang saya rasa penting dari tulisan mereka/dia. “Setelah 7 Wanita Menamparku” buku dengan judul yang aneh, tapi kalau yang ada di pikiran Anda adalah 7 wanita yang saling tampar-tamparan, berarti Anda hampir benar dan hampir salah, buku ini memang menampar, tapi tidak dengan wanita apalagi sampai tujuh, buku ini cuma menampar dengan kata. *tsah* dan terlepas dari judulnya itu, buku ini adalah salah satu seri buku yang wajib untuk dibaca, oh iya, urutannya ada pada “Setelah 7 Wanita Menamparku”, lalu “Istana Negara Selalu Menghadap ke Timur” dan kalian bisa akhiri dengan “Genogram”. Sekian dulu yah, Salam!

Test Pack oleh Ninit Yunita


Halo!
Sebelumnya, sebagai pembuka, saya ingin menjelaskan atau melaporkan tentang keadaan klub baca-membaca saat ini, saat ini kami sudah berjumlah enam orang (termasuk saya), yang berarti itu bakal kelewat banyak kalau mau ditraktir goceng, yang berarti saya tidak boleh kalah, maka dari itu saya menulis review ini pagi-pagi dengan semangat anti-kekalahan! Hosh! 


Kakang dan Neng sudah lama menantikan kehadiran anak dalam keluarga kecil mereka. Tujuh tahun menikah dan belum juga ditemani kehadiran anak membuat Neng sedikit agak frustasi, tapi belum sampai gila sih. novel 196 halaman ini bercerita tentang situasi, gonjang-ganjing, naik-turun, kesana-kemarinya kehidupan rumah tangga Kakang dan Neng dalam menghadapi keinginan punya anak, komitmen tanpa anak, dan kadang posisi-posisi membuat anak, diceritakan dengan lucu membuat novel ini ringan padahal konflik yang dibahas berat. Diceritakan dengan point of view Kakang dan Neng, membuat kita tahu bagaimana cintanya Kakang ke Neng, dan bagaimana maunya Neng punya anak dari Kakang, dan buat saya novel ini SANGAT romantis, tetapi jangan mengharapkan akan ada sujud-sujudan dengan cincin di tangan dan lilin di atas meja lalu kemudian kembang api menyala-nyala, pasangan ini menunjukkan cara romantis yang sederhana, romantis dengan tetap bertahan pada komitmen mau badai atau badak yang menyerang.


Sekian review atau komentar singkat yang saya tulis untuk buku pertama dan review ke dua dalam bulan ini, semoga kalian para peserta klub ataupun biro pengembangan baca-membaca ini KALAH! Mwahahaha.. lumayan kalau dapat “goceng” lima!

Cemburu Itu Peluru


Para pemilik akun twitter mungkin sudah tidak asing lagi dengan twit-twit dari #fiksimini, begitupun dengan buku ini, buku setebal 159 halaman ini merupakan pengembangan dari fiksimini-fiksimini yang dibuatkan cerita (sangat) pendek, sebenarnya hanya itu yang saya bisa katakan mengenai isi buku ini, karena memang tidak ada alur cerita, tidak ada tokoh, dan sebagainya, sampai saat inipun saya tidak tahu ini jenis buku seperti apa, dan sepertinya memang akhir-akhir ini banyak sekali buku-buku yang “terinspirasi” dari si Twitter.

Buku ini menjadi keren karena dengan cerita yang sangat pendeknya bisa membuat kita tertegun di akhir cerita, kadang tragis, horror, aneh, dan kadang juga saya gak ngerti akhir ceritanya hehehehe...

Dari lima penulisnya, saya paling suka bagian Kika Dhersy Putri yang kadang bisa membuat yang awalnya bahagia berakhir dengan tragis, dan tulisan Andy Tantono yang kadang horror dan tragis-tragis juga. (Ini kok jadinya kayak saya suka cerita-cerita tragis yah?)

Baiklah, sekian dulu ulasan singkat saya tentang buku ini, dan bagi kalian para anggota kelompok goceng-gocengan silahkan menikmati kekalahan mwahahaha ;)

Selasa, 31 Januari 2012

Quarter Life's Tale oleh Bunga Mega

Langsung saja, novel ini berkisah tentang tiga perempuan di akhir umur 20 tahun. Ada tiga orang sahabat, Shiva, Donna, dan Ilyaa, dengan tiga masalah percintaan yang berbeda. *tsah

Shiva, perempuan yang katanya takut berkomitmen tapi punya khayalan “negeri seribu dongeng dengan pangeran tampan berkuda putih”. Dia percaya dengan mimpinya yang terus-terusan tentang pangeran berkuda putih. Buat saya dia bukan takut berkomitmen, cuma terlalu percaya dan terus berharap dengan mimpinya yang, yah begitulah... Akhir cerita cinta dari Shiva ini (jujur) yang paling buat saya dudududu... eneg.

Ilyaa, perempuan yang kelewat setia sama pacarnya yang kurang ajar. Karakter Ilyaa ini, buat saya, punya cerita yang lebih naik-turun dibanding karakter lainnya, tapi gak dapat porsi yang lebih banyak dari Shiva. Akhir cerita cinta dari Ilyaa yang bikin kaget ini menambah beberapa poin dari novel ini. “if tomorrow never comes, then do it today”

Donna, hemm... dari semua karakter, bagian Donna ini yang paling sedikit porsinya, sayang sekali. Buat saya, karakter dan cerita cinta Donna ini termasuk yang unpredictable, dengan gaya suka-suka, pilihan cintanya juga suka-suka. Akhir cerita cintanya tidak semengagetkan seperti Ilyaa tetapi lebih menarik daripada Shiva.

Dari penjelasan di atas, kayaknya ketahuan sekali kalau bagian yang paling tidak saya suka adalah bagian pas karakter Shiva, well, Anda benar, buat saya, karakter Shiva dan ceritanya justru membuat novel ini kayak teen-lite, terlalu remaja, padahal karakternya berumur 20an akhir, dan ini merembes ke mood saya untuk baca novel ini, too bad. Tetapi daripada saya kalah taruhan lagi bulan ini, akhirnya novel ini juga terselesaikan, walaupun jujur, tidak sesuai dengan ekspektasi saya tentang kisah cinta di umur 20 tahunan akhir. *tsah
no offense, Cheers!

Senin, 16 Januari 2012

Zona @ Last oleh Dewie Sekar





Karena saya gak mau kalah bulan ini oleh kakak pendatang baru, maka dengan semangat melebihi 45 saya menyelesaikan novel ke dua ini! So, here we go!             

Setelah membaca Perang bintang, akhirnya saya memutuskan untuk membaca juga novel  yang berkaitan, walaupun katanya berdiri sendiri, yah Zona @ Last ini, telat sih mungkin, tapi lebih baik daripada tidak sama sekali, kan? (membela diri) setidaknya jauh lebih baik daripada kalah taruhan lagi oleh kakak pendatang baru yang itu!
Setelah (lagi) di Perang Bintang ada Wira, Rezia dan Nora, kali ini di Zona @ Last saya ketemu lagi dengan Nora dan Zona, dan sedikit Wira dan Rezia.
Setelah memutuskan untuk ikut pulang dari Paris bersama Wira dan Nora, Zona kembali harus membuka “luka” masa lalunya di Jakarta. Pria tampan, yang tangan kanannya terpaksa diamputasi akibat tsunami ini harus berhadapan dengan kenyataan bahwa sekarang dia cacat, dan ditinggal kawin oleh Mutia, cinta masa lalunya. Lalu, ada Nora, cewek manis, sepupu Wira, yang jatuh cinta dengan Zona. Juga ada Ari, saudara kembar identik Zona yang bisa berkomunikasi lewat telepati dengan Zona *bah!
Zona yang mungkin masih terpukul atau memang tempramen ini tiba-tiba menghilang dari Nora, oh, iya Zona yang ini tepatnya lebih suka menghilang tiba-tiba, sehingga membuat Nora pergi mencarinya, bahkan sampai ke Aceh dan berurusan dengan Mutia. Inti dari novel ini bagi saya adalah bagaimana Zona berdamai dengan masa lalunya, dengan Nora sebagai pemanis, dan Mutia sebagai pelengkap.

Novel ini sebenarnya ada tiga seri, masih ada Zona @ Tsunami untuk mengetahui kisah Zona dan Mutia sebelumnya, tapi saya sudah gak berminat membaca kisah sebelumnya, buat saya bagian Perang Bintang masih lebih menghibur daripada Zona @ Last ini, di novel ini cuma ada perang batinnya Zona, yang buat saya kurang menarik dan memaksa, dan terlalu banyak kata mutiara untuk novel metropop, membuat saya merasa sedikit digurui. Tetapi gaya bahasa ataupun tulisan atau apalah namanya cukup menghibur, tidak terlalu kaku, tetapi tidak juga terlalu selengekan (padahal di resensi bukunya, karakter Zona digambarkan selengekan, tapi yah sudahlah) Well, at least saya sudah baca dua novel kan bulan ini? *melirik saingan-saingan di kelompok yang katanya aneh*

Perang Bintang oleh Dewie Sekar


Setelah kalah bulan lalu, bulan ini TIDAK BOLEH KALAH lagi dari dua manusia di kelompok yang katanya aneh itu! Hah! So, ini reveiw abal-abalan pertama untuk bulan ini!

Dua tokoh, Rezia Kartika dan Wira Yudha Nugraha, janda dan lajang.
Rezia Kartika, seorang janda, 30 tahun, dengan satu anak.
Wira Yudha Nugraha, pria lajang, 27 tahun, tanpa anak.

Dua-duanya saling jatuh cinta, tapi karena jaim-jaiman, dan terlalu memikirkan status-status yang “disandang” maka cintanya jadi ribet. Novel ini menggambarkan tentang jatuh cinta (yaeyalah), rasa cemburu (*tsah), kebanyakan rindu (dudududu...)... komplit lah.
Wira yang menjadi pengganti ayahnya di perusahaan travel milik keluarganya, akhirnya bertemu dengan Rezia, sekertaris ayahnya, yang katanya “super-jaim”, dari sinilah mulai kisah cinta mereka (asikkke..). dari awal novel dua orang ini udah ketauan saling jatuh cinta tapi karena alasan-alasan yang diatas itu, makanya jadi ribet, jadilah satu novel.
Banyak kejar-kejaran dan hindar-hindaran di novel ini, tapi ujung-ujungnya kembali lagi kesitu, ke status-status yang kebanyakan dipikir. 

Kesimpulannya, saya cukup menikmati novel ini, walaupun ketebelan karena terlalu berputar-putar, dan akhirnya yang menurut saya terlalu “dipaksa” untuk selesai. Oh, iya novel ini juga ternyata punya lanjutan, walaupun bukan lagi tentang Wira dan Rezia, tapi sepupunya Nora dan salah satu karakter yang muncul tiba-tiba di tengah novel ini, Zona. *jeng-jeng* 
Oh, iya, sekalian di postingan ini saya ingin memberitahukan bahwa saya sudah dapat memasukkan foto di blog, terima kasih yang sudah membantu. *kecup*

Minggu, 15 Januari 2012

5 Silly-Secret-Things

Mengumbar rahasia orang lain sebenarnya kadang jadi hal yang tanpa sadar gampang sekali saya lakukan *ups*, tapi mengumbar rahasia sendiri? Aduh.. duh.. duh...  tapi PR tantangan yang diberikan kak Meike sepertinya sayang sekali kalau mau dilewatkan, siapa tahu bisa jadi 5 Rahasia paling menakjubkan di dunia versi Endispot, well, let’s see!
  •  Saya dulu sangat berharap Tia Ivanka pacaran sama Primus gara-gara nonton Panji Manusia Milenium! *tutup muka*    
  •  Dulu, waktu SD, saya pernah suka sama teman saya Wawan, sayang sekali ternyata Wawan suka sama teman saya, Riska. Well, itu rasa cemburu pertama saya karena cinta. *tsah* Jadi, kepada Wawan, yang entah sudah berada di mana, jika kau membaca pesan ini, kembalilah, Nak!
  • Hemmm... saat ini saya sedang dalam penyesalan karena menolak seseorang. Rahasia ini paling enak divisualisasikan dengan lagu I’ll be waiting-nya Adele.
  • Saya punya teman khayalan, namanya Okta, silahkan berkenalan dengannya! Dia bisa jadi perempuan, bisa jadi lelaki, tergantung mood khayalan saya. Mungkin bakal ada yang bilang saya sedikit gila, karena kadang-kadang pemikiran teman saya ini, yang sebenarnya adalah pemikiran saya dalam pribadinya Okta, membuat saya merasa sangat waras. Bingung? Saya juga!
  •  Mungkin ini pas untuk jadi rahasia ke-lima saya yang bisa diumbar, seperti kak Meike, saya juga suka stlaking beberapa orang yang saya kagumi, rasanya tidur gak akan nyenyak sebelum stalking mereka.

Mungkin itu saja 5 Rahasia Paling Menakjubkan Versi Endispot, walaupun sepertinya semuanya lebih ke “silly things” daripada “top secret”, tapi yah, itu termasuk ke 5 hal yang sebelumnya tidak saya umbar sembarangan. Dan tantangan ini saya lanjutkan ke pipi, karena    sepertinya hidupnya penuh kejutan, mungkin rahasianya lebih mengejutkan. Dan Ame, karena sepertinya dia punya rahasia besar di Kerajaan Galaunya sanah. Dan abang karena dia suka dengan "code-code" yang sudah jelas berarti rahasia. Jadi ayo kalian semua ungkapkanlah, Nak! Oh, yah, rahasia ini hanya untuk diumbar di sini, tidak untuk ditindak-lanjuti dengan pertanyaan-pertanyaan selanjutnya (kayak ada aja yang bakal nanya), terima kasih.
Sekalian di-postingan ini saya ingin bertanya bagaimana caranya balas komentar dan bagaimana caranya kasih masuk foto di-blog? Mohon bantuannya! 

Jumat, 30 Desember 2011

just a simple thought of the end of this year

Ini cuma beberapa pikiran-pikiran yang kadang menurut saya penting, dan kadang juga cuma terlintas sesaat, semuanya (sebelumnya) cuma saya tulis di note hape, tetapi karena kondisi memori yang mengecil, maka saya tulis saja disini.

Kalau sepakbola atau bulutangkis  yang mulai kurang berprestasi kayaknya semua cabang olahraga jadi keliatan kurang berprestasi juga. (terpikir sesaat setelah kekalahan sepakbola Timnas Indonesia VS Timnas Malaysia)

Ini kenapa saya tidak terlalu suka dengan buku yang berjenis motivasi, ataupun yang kayak dari anak kurang mampu trus punya cita-cita yang tinggi, dan terus mengejar cita-citanya tanpa lelah dan bla bla bla (no offense), karena dari sekian banyak novel atau buku seperti itu yang saya baca lebih banyak terlihat menggurui daripada bercerita, dan karena saya sekolah saja rasanya kebanyakan bosan jadi yah....
Dan kenapa saya jadi lebih suka membaca metropop, chicklit dan sebagainya, karena buku-buku seperti itu lebih memotivasi saya untuk belajar, biar bisa punya kehidupan "mewah", memotivasi saya secara tidak langsung tanpa perlu merasa digurui oleh guru yang kadang sok tahu. (terpikir sesaat setelah melihat buku motivasi yang dibeli mahal dan sampai sekarang belum selesai kebaca, rugi cuyyyy)

Tiga hal penting yang tidak boleh kurang kalau saya punya anak nanti, agama, pendidikan dan kesehatan. Tidak boleh kurang penjelasan tentang agama, tidak boleh ada yang namanya kuran dana untuk pendidikan, dan tidak boleh kurang tanggap tentang kesehata. Dan berhubung ketiga-tiganya saya masih kura, agama apalagi, jadi saya memutuskan untuk punya anak nanti-nanti saja (yaeyalahhh). (Tiba-tiba kepikiran saat berbincang dengan mama di suatu malam yang dingin di dalam mobil. *tsah)

Hati-hatilah, Pak, kalau ngomong di tv, kalaupun memang kenyataannya kita (tuan rumah) dikit-dikit dibantu wasit, tapi hal-hal seperti itu gak usah diumbar karena nanti kesannya itu jadi hal yang biasa, yang nonton nanti berpikir "oh, kalo jadi tuan rumah tuh bisa dibantu-bantu sama wasit". Jadi curang kok bangga? (22/11/11 mengomentari pernyataan narasumber "lupanamanya", tentang kemenangan umum Indonesia di Sea Games)

Saya rasa cukup itu saja dulu tahun ini, terima kasih untuk 2011 yang telah banyak memberikan kebahagiaan, see you next year! :)



Minggu, 18 Desember 2011

Gerhana Kembar oleh Clara Ng

Kisah ini adalah kisah perjalan hati. kisah tentang keluarga, kisah tentang keberanian, kekuatan dan ketabahan. Kisah cinta yang tak pernah kehilangan makna walau diberikan diantara dua perempuan.
Lendy, seorang editor buku tanpa sengaja mendapatkan naskah tua yang ditulis oleh neneknya, naskah yang akhirnya membawa Lendy untuk berpetualang dalam kehidupan masa lalu nenek dan ibunya, naskah yang mengungkap bagaimana Lendy bisa ada di bumi ini. Sementara Lendy mengungkap masa lalu hidup keluarganya dari naskah itu, neneknya, Diana Sutanto, terbaring sakit melawan kanker, dan berusaha berdamai dengan kisah cintanya yang belum selesai. Berhasilkah Lendy menyelesaikan kisah cinta masa lalu neneknya? Yah, bacalah novel ini segera. (tsahhhh....)

 Novel ini saya rasa cukup menarik, dengan mengangkat tema tentang lesbian dan keluarga, dan dengan memakai alur (saya lupa nama alurnya apa, semoga yang saya tulis ini benar) alur maju-mundur,  nah, karena memakai alur (anggap saja) maju-mundur itu, novel ini lebih terasa real dalam penggambaran kehidupan dua karakter utamanya, Lendy dan Diana Sutanto.  Baiklah, dengan kapasitas saya sebagai pembaca novel ini, saya merasa puas dengan novel ini. #UdahGituAja 

Rabu, 30 November 2011

Ramuan Drama Cinta oleh Clara Ng

Kehidupan Oryza memang sudah aneh, makin bertambah aneh ketika ayahnya dan kakaknya tanpa sengaja terkena “Love Potion Versi #472”. Sampai disini sudah kelihatan kan anehnya?

Belum selesai dengan ayah dan kakaknya, adik Oryza, Solanum juga terkena ramuan cinta itu (walaupun hanya sedikit), parahnya Solanum jatuh cinta pada kakaknya sendiri, Oryza.

Makin berbelit-belit karena ada Xander yang sudah dijodohkan dengan Oryza, ada Pax yang menyihir dirinya sendiri menjadi kucing peliharaan Oryza agar bisa terus berdekatan dengannya, ada Strawberry yang berusaha mati-matian terlihat pintar untuk mengesankan Xander, ada lagi Nuna yang putus asa dengan Xander dan memilih kencan dengan Yang Mulia Paduka Terhormat Pemimpin Besar Parlemen Penyihir Varaiya Tsungta Zvar (pfiuhhh), ada Aqua yang melempar Love potion Versi #472 nya, yang awalnya untuk Xander, tetapi malah kena di Samudra, ayah Oryza, ada Gus yang ikut ketika Aqua melempar ramuannya dan kecipratan sehingga jatuh cinta pada Zea, kakak tertua Oryza, ada berbagai macam kejadian, berbagai macam nama hewan aneh, berbagai macam kesialan, berbagai macam kejadian-kejadian bodoh.

Novel tentang penyihir ini memang tidak mungkin disamakan dengan novel-novel seperti Harry potter dan lain-lain, tapi juga tidak kalah menarik dibanding dengan novel-novel best-seller tersebut, seperti berada di dunia dongeng-kesialan, novel ini sanggup menghibur, menjengkelkan, menggemaskan tetapi layak untuk dibaca sampai habis.

Tentang Rekrutmen Telkom Indonesia - 2015

Udah lama..lama…lamaaaa banget ya gak nulis di sini, jadi maafkan jika tulisan ini agak kaku. Setelah entah kapan terakhir menulis di blog ...